Showing posts with label Mikrotik. Show all posts
Showing posts with label Mikrotik. Show all posts

Wednesday, May 4, 2016

Mengenal Mikrotik Cloud Router Switch (CRS) by s2c3r

Mengenal Mikrotik Cloud Router Switch (CRS)

Cloud Router Switch (CRS) adalah perangkat Smart Switch Series berperforma tinggi besutan Mikrotik yang memiliki banyak port ethernet (hingga 24 port). Perangkat CRS ini merupakan Multilayer Switch, yaitu selain bekerja pada layer 2, juga bisa bekerja di layer 3 switch dan uniknya OS yang digunakan juga RouterOS sehingga semua fitur pada RouterOS juga bisa diterapkan di perangkat ini. 
Contoh Mikrotik Cloud Router Switch (CRS)

Fitur Utama Cloud Router Switch

1. Forwarding
Port pada CRS dapat dikonfigurasi untuk switching maupun routing yang mendukung Full non-blocking wirespeed switching. Semua forwaerding database mendukung IVL dan SVL. Port based MAC learning limit yang dapat dikonfigurasi maksimal 1024 MAC per port. Selain itu, CRS juga mendukung frame dengan ukuran jumbo (CRS1xx: 4064 Bytes; CRS2xx: 9204 Bytes).
2. Mirroring
CRS mendukung bermacam tipe port mirroring, seperti : Port Based Mirroring, VLAN Based Mirroring, dan MAC Bassed Mirroring. Selain itu CRS juga memiliki 2 independent mirroring analyzer port.
3. Virtual LAN (VLAN)
Mikrotik CRS kompetibel dengan strandar IEEE802.1Q dan IEEE802.1ad VLAN. CRS mampu membuat active VLAN hingga 4000 VLAN. Mendukung Port Based VLAN, Protocol Based VLAN, MAC Based VLAN dan VLAN filtering.
4. Port Isolation & Leakage
CRS dapat diaplikasikan untuk mengimplementasikan private VLAN dengan 3 tipe port profile : Promiscuous, Isolated dan Community. Mendukung hingga 28 Comunity Profile.
5. Trunking 
CRS mendukung trunking dengan static link aggregation groups. Dapat membuat hingga 8 port Trunk group dan 8 port per trunk group. Mendukung Hardware automatic failover dan load balancing.
6. Quality of Service (QoS)
Mikrotik CRS juga mendukung manajemen bandwidth dengan penerapan QoS berdasarkan port, MAC, VLAN, Protocol, PCP/DEI, DSCP, ACL.
7. Shaping & Schedulling\
Mendukung 8 queue pada tiap port fisik, Shaping per port, per queue, dan per queue group.
8. Access Control List (ACL)
CRS mendukung Ingress dan Egress ACL table, dan hingga 512 ACL rule. Klasifikasi berdasarkan port, L2, L3, L4 protocol header. ACL actions meliputi filtering, forwarding dan dapat melakukan modifikasi pada protocol header fields.

Model Cloud Router Switch (CRS)

Berikut ini beberapa perbedaan pada model Mikrotik Cloud Router Switch (CRS) : 
Model CPU Wireless SFP+ port Access Control List Jumbo Frame (Bytes)
CRS112-8G-4S 400MHz - - + 9204
CRS210-8G-2S+ 400MHz - + + 9204
CRS212-1G-10S-1S+ 400MHz - + + 9204
CRS226-24G-2S+ 400MHz - + + 9204
CRS125-24G-1S 600MHz - - - 4064
CRS125-24G-1S-2HnD 600MHz + - - 4064
CRS109-8G-1S-2HnD 600MHz + - - 4064
Tagged Untagged
Di CRS, fitur tagged dan untagged bisa dibuat berdasarkan port, protocol ataupun berdasarkan mac address, agar memudahkan dalam melakukan custom di jaringan kita.
Untuk contoh topologi yang akan kita bentuk seperti berikut :
Topologi Contoh
RB450G, di interface ether5 terdapat 2 vlan, yaitu vlan-id=1 dan vlan-id=2
Kabel ethernet dari ether5 450G terhubung ke ether10 switch CRS
PC client yang akan kita masukkan kedalam vlan, terhubung ke ether12 dan ether14 dari CRS
Konfigurasi di sisi RB450G

Disini kita mendifiniskan vlan-id=1 dan vlan-id=2 di interface ether5. Dan tentunya kita juga pasangkan IP di masing-masing interface vlan tersebut.
Konfigurasi di CRS
Agar dapat memfungsikan fitur-fitur switch pada CRS kita, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengeset parameter "master-port" di interface ethernet yang ingin kita aktifkan sebagai switch. Fungsi dari master-port ini sebagai interface penghubung antara ethernet-ethernet yang menggunakan mode switch (SLAVE-PORT) dengan interface ethernet lain yang non switch mode. 
Dari gambar terlihat, ether12 dan ether14 kita atur sebagai slave dengan master-portnya di ether10. Artinya, ether10, ether12 dan ether14 sudah menjadi sebuah switch dan komunikasi antara port tersebut bisa full wire speed tanpa membebani CPU router lagi.
Apabila kita ingin memfungsikan routing, firewall, bandwidth management, qos dan sebagainya, kita cukup memasang rule-rulenya di ether10. Kenapa? karena ether10 berfungsi sebagai master-portnya, otomatis, setiap rule di ether10, akan berlaku di semua slave portnya (ether12 dan ether14)
VLAN berdasarkan Port
Dicontoh ini kita akan memfungsikan switch kita sebagai switch managed l2 berdasarkan PORT INTERFACE.
Karena ether10 terhubung ke interface RB450G yang memiliki vlan-id, berarti kita ingin semua trafik yang keluar dari ether10 harus sudah memiliki vlan-id (tagged / trunk port), begitu juga sebaliknya, karena perangkat yang terhubung di ether12 dan ether14 merupakan perangkat PC biasa, berarti kita harus mengatur semua trafik yang keluar dari kedua port tersebut harus dihilangkan dahulu vlan-idnya (untagged / access port).
Ingress VLAN Translation
Di menu ini, kita bisa memodifikasi frame yang masuk/incomming/ingress dari port switch kita.
Dari gambar terlihat, semua trafik yang berasal dari ether12 dan ether14 diset new-customer-vid sesuai dengan VLAN-ID pada RB450G, artinya frame yang semula memiliki customer-vid=0 (tanpa vlan-id), begitu masuk dari ether12 dan akan ke ethernet manapun akan diset memiliki new-customer-vid=1 (vlan-id=1 / tagged)
Egress VLAN Translation
Di menu ini, kita bisa memodifikasi frame yang akan keluar / outgoing / egress dari port switch kita.
Dari gambar terlihat, semua trafik yang akan keluar dari ether12 dan ether14 diset new-customer-vid menjadi 0 (tanpa vlan-id), sehingga trafik yang keluar dari ether12 dan ether14 bisa diterima PC biasa. Hal ini sama dengan membuat ether12 dan ether14 menjadi access port / untagged.
Hasil Akhir Dengan memfungsikan konfigurasi diatas, PC client yang berada di vlan1 dan vlan2 komunikasinya tidak lagi via layer 2 meskipun berada dalam 1 switch fisik, tetapi harus komunikasi inter-vlan yaitu melalui RB450G. 
Sumber :
http://mikrotik.co.id/artikel_lihat.php?id=73


Monday, May 2, 2016

Cara Membajak Halaman Login Hotspot Mikrotik by s2c3r

Cara Membajak Halaman Login Hotspot Mikrotik

Sudah tau kan kalau kita bisa mengedit dan mengganti Halaman Login Hotspot Mikrotik? Kalo belum tau baca dulu deh disini : Cara Mengganti Halaman Login Hotspot Mikrotik

Selain mengedit dan mengganti halaman login hotspot Mikrotik, kita juga bisa mengambil atau membajak halaman login hotspot lain loh. Bukan hanya script html nya saja yang bisa dibajak, namun semua file yang ada pada direktori hotspot nya bisa diambil seperti file css, js, images, dll.

Namun setelah file login hotspot nya di ambil, tidak bisa langsung digunakan pada hotspot kita. Harus ada script yang di edit dulu, karena script variable nya Mikrotik tidak terbaca saat file di download.

Penasaran gimana caranya? 
Baca aja disini ya :
Tutorial Cara Membajak Halaman Login Hotspot Mikrotik

Sumber : 
http://rizkyagung.net/cara-membajak-halaman-login-hotspot-wifi/


Saturday, March 12, 2016

Cara Mengetahui Password Winbox Mikrotik by s2c3r

Cara Mengetahui Password Winbox Mikrotik

Lupa Username dan Password Mikrotik? Lupa Username dan Password di Winbox Mikrotik? Jika jawabannya Ya, maka anda berada di tempat yang tepat. Karena pada artikel ini saya akan membahas tentang Cara Mengetahui Username dan Password Winbox Mikrotik yang terlupa tersebut.

Ada dua kondisi dimana kita biasanya lupa password mikrotik :
1. Lupa Username dan Password Winbox Mikrotik yang belum di save pada Winbox
2. Lupa Username dan Password Winbox Mikrotik yang sudah di save pada Winbox.

Untuk kondisi yang pertama sudah pernah saya bahas di artikel ini :

Disini kita akan bahas kondisi yang kedua, dimana sebelumnya kita sudah pernah menyimpan data login Mikrotik kita pada Winbox dengan menu Save pada Winbox.

Hasil simpanan data login yang pernah kita simpan akan muncul di bagian bawah Winbox, berupa kolom Address, User, dan Note seperti gambar berikut ini :



Kasus yang saya alami dan mungkin anda alami juga adalah saya lupa password mikrotik nya. Walaupun sebenarnya saya bisa login dengan data yang tersimpan itu tanpa tau passwordnya, dan bisa mengubah password nya ketika sudah login di Winbox. Namun saya tetap penasaran dengan password yang saya lupa tersebut.

Nah, untuk itulah saya akan bahas Cara Mengetahui Password Winbox Mikrotik dengan membuka data hasil simpanan Winbox nya. 

Cara untuk Mengetahui Password Winbox Mikrotik yaitu sebagai berikut :
1. Buka Winbox Mikrotik --> Klik tombol Tools... --> Export Addresses...


2. Pilih folder dimana anda akan menyimpan file export nya --> Beri nama file export nya --> Save


3. Buka Folder tempat anda menyimpan tadi di Windows Explorer --> Open With Notepad


4. Ta..da.. Muncul lah data login yang disimpan Winbox dalam format seperti gambar berikut ini :


Dari gambar di atas, bisa dilihat :
1. IP Address Mikrotik (label kuning)
2. Username Mikrotik (label pink)
3. Password Mikrotik (label coklat)

Dengan trik ini kita dapat mengetahui username dan password winbox mikrotik yang lupa dengan mudah. Silakan anda coba dan semoga bermanfaat :)


Cara Mengetahui Mikrotik Default Password by s2c3r

Cara Mengetahui Mikrotik Default Password

Mikrotik Default Password adalah password asli (default) dari Mikrotik RouterOS yang ada saat anda baru membeli Mikrotik atau setelah melakukan reset pada Mikrotik. Jika anda membeli Mikrotik baru, maka untuk bisa login ke sistem RouterOS nya baik via Winbox atau lainnya harus menggunakan Mikrotik Default Password (Baca : Belajar Mikrotik : Cara Akses Mikrotik).

Hal yang sama juga berlaku setelah anda melakukan Reset pada Mikrotik, karena setelah melakukan Reset Mikrotik maka semua setingan akan kembali ke Mikrotik Default Settings. (Baca : Tutorial Cara Reset Mikrotik)

Dalam Mikrotik Default Settings terdapat Mikrotik Default Username dan Mikrotik Default Password yang diperlukan untuk login. Nah, maka dari itu sangat penting bagi kita untuk mengetahuinya.  Karena jika tidak tahu setingan default mikrotik nya maka kita tidak bisa mengkonfigurasi Mikrotik tersebut.

Setiap perangkat Mikrotik yang benar-benar belum di otak-atik memiliki Setingan Default sebagai berikut:

IP Address Default Mikrotik :
192.168.88.1/24 pada port ether1
Mikrotik Default Username :
admin

Mikrotik Default Password :
(kosong/tanpa password) 

Jadi jika mau login ke Mikrotik via Winbox contoh nya seperti ini :


Itulah Setingan default Mikrotik berupa Mikrotik Default IP Address, Mikrotik Default Passworddan Mikrotik Default Username. Perlu anda catat, setelah bisa login dengan menggunakan setingan default Mikrotik tersebut, pastikan anda ganti default username dan default password nya. Caranya silakan lihat disini : Konfigurasi User dan Username Router Mikrotik.
Semoga artikel ini bermanfaat :)


Belajar Mikrotik : Cara Akses Mikrotik by s2c3r

Belajar Mikrotik : Cara Akses Mikrotik


1. Via Console/Command Mikrotik
Mikrotik bisa  kita akses langsung  via console/shell maupun remote akses menggunakan PUTTY (www.putty.nl). Caranya tinggal masukkan alamat IP Mikrotik ke kolom Host Name nya PuTTY.


Tips Command : "Manfaatkan auto complete" (mirip bash auto complete di linux) Tekan Tombol TAB di keyboard untuk mengetahui/melengkapi daftar perintah selanjutnya. Jadi perintah yang panjang tidak perlu kita ketik lagi, cukup ketikkan awal perintah itu, lalu tekan TAB-TAB maka otomatis Shell  akan menampilkan/melengkapi daftar perintah yang kita maksud.

Contoh:

Download Putty disini.

Cukup  ketikkan Ip Fir >>> lalu tekan TAB  >>> maka otomatis  shell akan melengkapi menjadi Ip Firewall. Lalu ketik �..� (titik dua) untuk kembali ke sub menu diatasnya, dan ketik �/� untuk kembali ke root menu.

2. Via Web Browser
Mikrotik bisa juga di\akses via web/port 80 pada browser. Contoh : ketik di browser IP mikrotik kita: 192.168.1.10.



3. Via Winbox
Mikrotik  bisa  juga diakses/remote  menggunakan  tool  winbox (utility kecil di windows yang sangat praktis dan cukup mudah digunakan). Winbox merupakan tool untuk meremote Mikrotik yang paling populer karena selain mudah juga dapat menampilkan menu-menu pada Mikrotik secara GUI. Tampilan awal mengaktifkan winbox seperti ini : 


Winbox bisa mendeteksi mikrotik yang sudah di install asal masih dalam satu network, yaitu dengan mendeteksi MAC address dari ethernet yang terpasang di Mikrotik. Untuk bisa mengakses mikrotik menggunakan winbox bisa dengan menggunakan IP Address Mikrotik maupun MAC Address nya.

 Download Winbox disini.

4.    Via Telnet


Kita dapat me-remote MikroTik menggunakan telnet melalui program aplikasi �command prompt� (cmd)  yang ada pada windows yang fitur Telnet nya sudah diaktifkan. Namun, penggunaan telnet tidak dianjurkan dalam jaringan karena masalah keamanannya.

Contoh :

Itulah tadi 4 cara dalam mengakses Mikrotik. Bagi anda yang sedang belajar Mikrotik bisa mencoba-coba menggunakan masing-masing cara di atas untuk latihan. Selamat Mencoba :)


Konfigurasi User dan Username Router Mikrotik by s2c3r

Konfigurasi User dan Username Router Mikrotik

Konfigurasi User dan Username Router Mikrotik - Secara default di Router Mikrotik sudah terdapat satu user yang dapat mengakses RouterOS yaitu user dengan username : admin dan tanpa password. Username inilah yang awalnya kita gunakan untuk login ke RouterOS mikrotik seperti login di Winbox. Nah, kali ini saya akan membahas tentang penjelasan kategori akses user dan penambahan user di router Mikrotik.

User yang dapat login ke Router Mikrotik dapat dikelompokkan menjadi 3 kategori, yaitu :
  1. Full --> user yang memiliki akses ini merupakan user dengan pangkat tertinggi, yang dapat melakukan konfigurasi seperti menghapus konfigurasi, menambahkan konfigurasi, sampai dengan menambahkan user baru ke dalam sistem Mikrotik.
  2. Write --> user ini memiliki akses konfigurasi seperti pada user yang memiliki akses full, namun tidak dapat menambahkan user baru, dan juga tidak dapat melakukan proses backup konfigurasi.
  3. Read --> user dengan akses ini hanya mampu melakukan monitoring pada sistem, tidak mampu melakukan konfigurasi seperti pada user dengan level Write maupun Full.
Untuk melihat daftar user dalam sistem MikroTik, dapat menggunakan perintah command line :
[admin@MikroTik] > user print

Atau melalui winbox dengan menu System --> users


Untuk menambahkan user baru klik icon +, masukkan username, pilih kategori akses pada kotak Group, isikan juga password.
Opsi Allowed Address digunakan jika user yang dibuat hanya boleh login melalui alamat IP tertentu, misalnya user hanya boleh login melalui interface ether1 maka isikan dengan IP address ether1 misal : 192.168.100.0/24. Namun jika tidak diisi maka user dapat mengakses dari interface mana saja. 


Jika sudah, maka akan muncul user baru di menu System --> users


Jadi user MikrotikIndo yang baru dibuat itu hanya dapat login jika ia mengakses melalui ether1 saja. Sementara user lainnya bisa login dari mana saja.

Oke, sekian saja penjelasan tentang Konfigurasi User dan Username Router Mikrotik. SemogaTutorial Mikrotik ini dapat bermanfaat :) 


Cara Seting Auto Shutdown Mikrotik Menggunakan Winbox by s2c3r

Cara Seting Auto Shutdown Mikrotik Menggunakan Winbox

Ada kalanya disaat-saat tertentu kita ingin mematikan Mikrotik secara otomoatis tanpa perlu repot-repot mengakses Mikrotik nya dulu kemudian baru di shutdown. Hal tersebut dapat kita lakukan dengan memanfaatkan fitur script dan schedule pada Mikrotik untuk membuat metode Auto Shutdown Mikrotik. Dengan bantuan kedua fitur ini kita bisa mematikan Mikrotik pada jam dan waktu yang kita inginkan.

Jadi Skenario nya seperti ini :
Saya punya Mikrotik RB951U-2HnD untuk hotspot via modem smartfren di kos. Mikrotik ini cuma dipakai dari jam 6 sore (pulang kerja) hingga 6.40 pagi (berangkat kerja). Karena pas kerja, mikrotik saya bawa ke kantor buat hotspotan. Di kantor Mikrotik beroperasi dari jam 7.30 pagi hingga jam 5 sore. Jadi disini saya ingin membuat Mikrotik shutdown otomatis pada pukul 06.40 dan 17.00. Untuk tau lebih lanjut, silakan simak caranya.

Caranya adalah sebagai berikut :
1. Login ke Mikrotik via Winbox
2. Buka menu System --> Scripts --> Tembahkan Script Baru
> Beri nama Script nya, misal autoshutdown
> Masukkan script berikut pada kolom Source:
system shutdown

3. Untuk menjalankan Script Auto Shutdown secara otomatis tiap harinya, buka menu System --> Scheduler --> Tambahkan schdule baru
> Beri nama schedule nya.
> Start Date : isi tanggal kapan script ini akan mulai dieksekusi
> Start Time : Jam berapa script akan dieksekusi
> Interval : berapa selang waktu (interval) script ini akan dieksekusi lagi (1d = 1 hari = 24 jam)
> On Event : nama script yang sudah dibuat dan akan di eksekusi


4. Script autoshutdown dapat dieksekusi lebih dari sekali. Caranya tinggal tambahkan lagi saja Schedule nya dengan seting waktu yang berbeda.

Oke, silakan anda coba dan praktekkan Tutorial Cara Seting Auto Shutdown Mikrotik Menggunakan Winbox ini. Semoga bermanfaat :)


Membuat Proxy Eksternal Mikrotik Menggunakan RouterOS Mikrotik by s2c3r

Membuat Proxy Eksternal Mikrotik Menggunakan RouterOS Mikrotik

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.........

Malam ini saya akan nge-share sedikit pengetahuan kami tentang  bagaimana membuat web proxy eksternal, Sebelumnya kami perna nge-post  cara Menambah Cache Proxy Mikrotik Menggunakan USB Flashdisk 

Tetapi pada postingan kali ini sangat berbeda dimana yang akan menjadi proxy eksternya adalah Menggunakan mikrotik itu sendiri hihiihihiihi



Baiklah langsung saja saya mengganbarkan topologi logikalnya seperti dibawah ini


1.  Melakukan konfigurasi pada router GW mikrotik
Lakukan pada terminal :

Ip ad ad ad=192.168.137.2/24 int=ether1

Ip ad ad ad=10.10.10.1/30 int=ether2

Ip ad ad ad=192.168.0.254/24 int=ether3

Ip dns set all=yes ser=118.98.44.100,118.98.44.10

Ip firewall nat nat add chain=dstnat src-address=192.168.0.0/24 protokol=tcp \
dst-port=80  action=dst-nat to-address=10.10.10.2 to-port=8080

Ip firewall nat add ch=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade

Ip route ad gateway=192.168.137.1




2.    Melakukan konfigurasi pada router Web-proxy
Lakukan di terminal

Ip ad ad ad=10.10.10.2/30 int=ether1

Ip dns set all=yes ser=118.98.44.100,118.98.44.10

Ip proxy set enable=yes port=8080 cache-administrator=anshar201@gmail.com cache-on-disk=yes max-cache-size=unlimited

Ip route ad gateway=10.10.10.1






Result :

  • Mengakses mikrotikindo.blogspot.com
  • Keadaan pada router GW

  • Keadaan pada Router Proxy





the end, thanks for reading.


Mengganti Tampilan Halaman Error Webproxy Mikrotik by s2c3r

Mengganti Tampilan Halaman Error Webproxy Mikrotik

Tampilan Halman error pada Webproxy Mikrotik dapat kita rubah sesuai keingininan. Tampilan asli halaman error web proxy Mikrotik adalah sebagai berikut :

Kita dapat merubah tampilan tersebut dengan mengganti/merubah script yang ada di file/webproxy/error.hrml pada mikrotik. 


Namun jika direktori dan file tersebut tidak muncul di Mikrotik, maka anda harus mereset file HTML nya.
1. Masuk ke menu IP --> Web Proxy --> Reset HTML


2. Copy file error.html via File List atau akses FTP Mikrotik


3. Silakan anda edit filenya atau ganti dengan error page anda sendiri.

4. Yang perlu diperhatikan adalah, tidak semua kode HTML dapat dieksekusi di halaman error ini. Misalnya : tidak dapat menampilkan gambar atau animasi lainnya.

5. Jika anda ingin menambahkan gambar pada halaman error nya, file gambar nya bisa dirubah dulu ke dalam base64 string di web ini
http://webcodertools.com/imagetobase64converter

6. Selanjutnya bisa masukkan code HTML hasil convert nya ke halaman error tadi. Contoh nya seperti ini :


7. Hasilnya seperti ini :


Oke sekian dulu Tutorial Mengganti Tampilan Halaman Error Webproxy Mikrotik ini. Silakan anda coba :)


Menambah Cache Proxy Mikrotik Menggunakan USB Flashdisk by s2c3r

Menambah Cache Proxy Mikrotik Menggunakan USB Flashdisk

Salah satu fitur dari Mikrotik adalah Web Proxy. Namun, jika menggunakan web proxy internal Mikrotik, kadang kurang maksimal karena ukuran cache drive internal nya terbatas, menyesuaikan ukuran memori internal Mikrotik nya. Jika anda menggunakan PC sebagai Mikrotik, bisa memanfaatkan harddisk nya untuk ditambahkan sebagai cache drive web proxy Mikrotik. Namun, jika Mikrotik nya berupa Router Board tidak bisa dilakukan. Tapi jangan khawatir, pada Router Board tipe-tipe tertentu yang sudah mendukung port USB bisa ditambahkan memori external sebagai cache drive web proxy Mikrotik.

Nah, kali ini saya akan membahas tentang penggunaan memori external USB berupa Flashdisk / Harddisk external sebagai cache drive tambahan pada Web Proxy Mikrotik yang support port USB. Ada beberapa tipe Router Board yang sudah support USB, seperti RB750UP, RB751U-2HnD, RB951Ui-2HnD, dsb. Dalam hal ini saya menggunakan RB951Ui-2HnD dan USB Flashdisk 8 GB sebagai cache drive Web Proxy.

Sebelumnya, pastikan web proxy anda sudah diaktifkan. Jika belum, silakan baca tutorial berikut ini :
Jika sudah, silakan siapkan Router Board anda dan sebuah USB Flashdisk. Anda juga bisa menggunakan hard disk external, tapi pastikan tidak ada data penting yang ada di dalamnya. Karena USB ini harus di format ulang dulu oleh Mikrotik agar dapat digunakan.

Ok, berikut langkah-langkah cara Menambah Cache Proxy Mikrotik Menggunakan USB Flashdisk :
1. Colokan USB Flashdisk ke port USB RouterBoard anda
2. Nyalakan Mikrotik RouterBoard anda
3. Buka Winbox, masuk ke menu System --> Stores --> Masuk tab Disks --> Pilih USB nya --> Klik Format Drive. 


Jika berhasil maka status USB drive nya akan berubah menjadi Ready

4. Pindah ke tab Store --> Klik [+] 


> Beri nama terserah
> Type : web-proxy
> Disk : pilih usb1
> centang Acrivate
> Ok

5. Coba cek di menu Web Proxy : IP --> Web Proxy --> Cek bagian Cache Drive seharusnya sudah berubah dari system ke usb1



6. Cek di tab Status, Jika web proxy sudah digunakan seharusnya Cache Used nya akan mulai dari 0 lagi dan terus bertambah ketika digunakan browsing.


Nah, sekarang memori yang digunakan untuk menyimpan cache Web Proxy Mikrotik sudah bertambah besar. Jadi akan lebih banyak file yang bisa ditampung di cache proxy nya. 
Silakan anda coba sendiri cara Menambah Cache Proxy Mikrotik Menggunakan USB Flashdisk ini. 
Semoga bermanfaat :)